Thursday, January 9, 2014


Bulan itu bernama Januari.

Apa yang istimewa? Tak ada! Ia tak lebih dari hanya sekedar bulan. Sudah beberapa kali Mas Sholli, ketua FLP Jogja dan Mas Taufiq dari bidang kaderisasi memperingatkan, tulisan yang akan dibuat bukan hanya  catatan harian, sekedar menyenangkan diri sendiri, menghiasi hari dengan cerita pribadi. Setidaknya kita bisa menulis lebih dari itu,  menulis sesuatu yang lebih bernilai, sesuatu yang mempunyai bobot, hal yang dapat menginspirasi, sesuatu yang layak untuk dibagi dan rentetan layak lainnya yang bermuara pada satu kesimpulan “Kamu adalah PENULIS !”.

Lantas, apa kaitannya antara menulis sesuatu yang berbobot dan mempunyai nilai dengan bulan Januari? Aaah, seperti ujung  batang magnet utara dan selatan yan tak pernah nyambung (bertemu  lebih tepatnya). Sudahlah. Dalam rentang waktu sebulan aku meihat banyak sekali dari temanku menulis sesuatu yang berbobot itu. Bahkan tulisan mereka dimuat disalah satu website. Gencar sekali mereka menulis. Sedangkan aku, masih melongo menatap pesimis pada diri sendiri dan bertanya dalam hati “Kapan mulai menulis?”. Stupid question, isn’t it?

Aku mengenali diriku sendiri masih terlalu sombong, menggantung mimpi dan espektasi yang terlalu tinggi, bagus sih, tapi hakikatnya tak pernah ada aksi. Aku masih dilambungkan dengan rasa kepercayaan diri yang memuncak, bahwa kelak aku akan menjadi penulis dan menerbitkan novel. Lihat, itu adalah kalimat yang ku gaungkan semenjak aku duduk di kelas X SMA lalu, It was seven years ago  dan sampai sekarang pun masih hanya sekedar kalimat motivasi usang. Kapan akan dibuktikan?

Aku masih terlalu sombong, ingin lantas melejit. Membuat karya yang mencapai  masterpiece. Tapi, enggan melalui proses. Berkhayal menulis sesuatu cerita yang kolosal. Tapi, memadu kata untuk kisah sehari-hari saja payah. Menata diksi dengan runyam, berlagak profesor sastra, menggantungkan makna, menyimpan sendiri arti, lantas untuk apa berbagi? Aah, orang lain maju selangkah didepanku, tak peduli mereka menulis, menulis dan menulis. Aku?? Tak henti merutuki diri sendiri, kenapa pada saat seperti ini harus menulis?

Dari dulu tak henti bergegas. Penulis selalu punya waktu tersendiri untuk menulis. Bukan menunggu ide yang tepat lantas akhirnya lupa, tak siap, tak pernah men-jadi tulisan.

Ini januari bukan? apa kaitannya dengan tulisanku? Aku bahkan tak berani memasang target apapun untuk tulisan, kecuali skripsiku. Itu pun dengan rasa yang teramat malas untuk dikerjakan. MALAS, aku mendapatkan point karena menyadari kelemahan itu.

Dan, lihatlah. Tulisan ini tak lebih dari hanya sekedar curhat, apa bobotnya? Apa yang dapat dibagi? Aah, ini Januari dan aku masih seperti ini. Akan mulai MENULIS ketika merutuki diri sendiri.

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!