Sunday, January 23, 2011







Apa kabar kawan??? Ku ucapkan selamat bagi kalian yang membaca catatan ini. Catatan ini mungkin takkan membuat kalian merasa termotivasi atau takkan membuat kalian merasa lebih baik lagi. Ini hanya sebuah catatan bodoh dari seorang yang menyedihkan. Jika kau merasa tak tertarik, jangan lanjutkan membaca catatan ini… karna ku yakin…kau kan bosan membaca catatan ku… sudahi saja sampai disini.

Bagi kau yang melanjutkan membaca catatan ini, aku yakin… kau membacanya karna ingin memuaskan rasa ingin tahumu… tapi,  aku tak kan ambil peduli, jika nanti  pada akhirnya  catatan ini tak kan memberikan  suatu hal yang berarti kepadamu. Karna ini hanyalah sebuah catatan bodoh dari seorang yang menyedihkan. Kau takkan menemui kata-kata puitis nan indah yang bisa membangkitkan inspirasi, tak juga nasihat atau kenangan yang patut di ingat. Semua kata yang ku tulis biasa saja… jauh dari kesan atau makna sastra yang bernilai. Tak kan ada kidung-kidung yang ku senandungkan disini… jadi sekali lagi ku tawarkan… berhentilah membaca catatan ini sampai paragraf ini. Melangkah lah ke catatan halaman orang lain,,, mungkin disana kau akan menemukan berbagai kisah menarik, kata-kata indah, balutan sajak2 merdu, yang bisa membuatmu tersenyum, bahagia……

Untuk kau yang memang ingin membaca catatan ini sampai akhir,  baiklah… aku takkan memaksamu… selamat membaca kawan… membaca sebuah catatan bodoh dari seorang yang menyedihkan.

Kawan, setiap aku membaca catatan-catatan orang lain yang ada di fb ini, ada perasaan iri menjalar dalam hatiku. Kau tahu kenapa???? Hm…ya… aku iri… karna aku tak bisa menuliskan –merangkai lebih tepatnya­- ­ kata2 indah yang memang enak untuk dibaca, seperti halnya yang kalian lakukan.  Aku tahu, yang perlu aku lakukan adalah belajar lebih banyak lagi untuk menulis sesuatu agar menarik untuk dibaca. Namun, hal yang paling sulit untuk aku lakukan adalah menemukan kata awal yang pas untuk aku rangkai. Kau tahu kawan… begitu banyak inspirasi yang  berkonspirasi dengan imajinasiku…meloncat-loncat ingin dikeluaran dari dalam otakku. Kebanyakan inspirasi tersebut aku curi  dari kehidupanku dan orang disekelilingku. Ketika aku ingin menuliskan inspirasi itu dalam bentuk tulisan, aku kesusahan untuk menemukan rangkaian kata yang pas dalam mengawali tulisanku. Hal ini terkadang membuatku jengkel sendiri…. Aku merasa begitu bodoh… hahahaha.

Pernah ku rangkai kata-kata menjadi segores paragraf. Namun kata yang kurangkai  biasa2 saja. Tak jauh beda dari karangan anak kelas III SD, tak ada keindahan sastra yang menguak disana…. Semuanya datar… aku sendiri muak membacanya. Kau tahu kawan, jika seandainya tulisan itu dapat bersuara, ia pasti akan berteriak begini :

“ heh eki… bego banget sih lu, nulis catatan koq ga pernah menarik untuk dibaca??? Ga malu sama anak SD, kecil2 udah bisa menghasilkan karya sastra yang mengagumkan. Atau kamu ga malu sama temen2 kamu yang laen??? Yang udah bisa nulis novel, produktif menghasilkan fikiran2 cemerlang, ide2 cemerlang yang dia salurkan lewat tarian penanya. Kamu ga malu hah??? Masa udah umur segini belom ada karya sastra yang kamu hasilkan??? Kapan lagi eki….kapan lagi?????”
“kamu tau… aku tu terkadang malu ama catatan2 laen yang ditulis temen2mu terus kemudian diposting di facebook ini. Tulisan kamu itu ga bermutu…biasa aja tau gak…!! Aku tu malu ki…malu…..malu harus bersanding dengan catatan2 lain yang bernilai sastra lebih. Kamu tu gimana sih ki???”

Yah……mungkin begitulah teriakan - jika ia memang bisa berteriak­-batin dari catatan ku yang tak bermutu. Kau tahu kawan…padahal begitu banyak hal yang ingin ku bagikan dalam bentuk cerita kepadamu. Kejadian2 yang kualami tak ubahnya seperti kepingan mozaik dalam permainan jigsaw. Kepingan2 itu ingin ku temukan, dan ketika aku menemukan kepingan terakhir dari mozaik itu, aku akan merangkai puzzle kehidupanku sendiri. Peristiwa menemukan kepingan2 itulah yang ingin ku tuliskan. Karena ku yakin, kisah hidup ku tak kalah seru, menarik, amazing,dengan kisah2 yang pernah ditorehkan penulis2 terkenal, hanya saja aku tak mahir dalam merangkai  kata, hingga menjadi mahkota cerita Dan aku tak tahu harus memulai dari mana, untuk menceritakan kepingan cerita  itu kepadamu.

Inilah kawan… sebuah catatan bodoh dari seorang yang menyedihkan. Ku tuliskan catatan ini disini, dengan harapan kau kan memberi masukan kepadaku. Terimakasih kawan, telah membaca catatanku ini, sebuah teriakan hati seseorang yang ingin menemukan kembali dunia menulisnya. Sebuah catatan dari seorang anak manusia yang bermimpi menjadi penulis terkenal, sebuah catatan seorang  anak menusia yang harus berperang melawan penyakit enggan menulis yang ada dalam dirinya.  Terimakasih kawan…. Telah membaca sebuah catatan bodoh, dari seorang yang menyedihkan.


*Membunuh waktu yang tersisa sebelum memulai kuliah Agama
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!