Friday, April 12, 2013


…Maka disinilah aku berada. meraih mimpi yang tak sekedar mimpi. Meraih cinta yang tak sekedar cinta. Menyulam kata demi kata merajut makna demi makna, memberi arti dari tulisanku sendiri. Maka kebenaran akan terkuak. Seiring niat yang dipadukan sejak awal tertanam. Maka menulislah, ntuk mengikat ilmu seperti yang dikatakan sayyidina Ali Karamallahu Wajhah…

Begitulah kata yang sejak pertama ku tulis akan berlanjut menjadi setangkup frasa, segumpal kalimat seonggok paragraf atau menjelma menjadi bait-bait indah puisi. Maka kata dapat begitu kuat, dapat begitu indah tergantung bagaimana penulis meniupkan “ruh” pada kata-kata selanjutnya. Menapaki kata mendaki tulisan adalah kegemaranku semenjak aku duduk dibangku Sekolah Dasar. Bunda yang mengajarkanku, setia memegang tanganku membantu mengarahkan lekuk demi lekuk abjad yang ku tulis.

Karna bagiku, tulisan tak sekedar hanya dapat dibaca, namun juga memberi makna kebaikan disela spasinya. Maka menulislah karena-Nya (aah, bukankah segala sesuatu yang kita lakukan  memang harus karena-Nya?) segala Cinta-Nya, Kuasa-Nya, Kekasih-Nya, Semesta-Nya ntuk dapat menyadari diri sebagai hamba-Nya. Rumit? Serumit jalan takdir yang dihamparkan-Nya bukan? Maka mulailah menggerakkan tanganmu, kokoh mencengkram pena, tegak menggulirkan tinta selaras dengan liukan kata.

Awal perkenalanku dengan FLP termulai sekitar pertengahan tahun 2004, nun jauh dipertengahan tanah Rencong, sejak aku menduduki bangku kelas II SMP dari novel-novel yang kubaca. Darinya aku  mengenal penulis-penulis terkenal seperti Izzatul Jannah, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Boim Lebom dll. Mulai dari bacaan itulah, tangan ini mulai tergelitik menjejaki huruf demi huruf yang terangkai menjadi beberapa kata. Terlebih pada saat bencana Gempa & Tsunami yang menerpa Nanggroeku tercinta, sajak-sajak kepedihan, kehilangan, kesedihan menggema bertalu-talu dalam iringan kata yang kurangkai. Menginjak  jenjang Menengah Atas keinginan  bergabung dengan forum ini mulai tumbuh, ditambah program FLP goes to school yang rutin diadakan tiap pekan di sekolahku oleh Forum Lingkar Pena.

Ironisnya, selama tiga tahun di SMA  kesempatan untuk masuk dalam forum ini masih belum terwujud. Beberapa kali (atau bahkan beratus kali) temanku, sebut saja Isni mendesak ku untuk ikut bergabung dengan FLP. Dikarenakan waktuku yang tersita untuk aktif menjadi pengurus organisasi Rohis sekolah, maka keinginan untuk bergabung dengan FLP aku pendam.

Selama menjabat menjadi pengurus Rohis inilah aku mulai mengenal dakwah dan ukhwah. Seorang Murabbi  pernah berkata “Dakwah itu tak harus disampaikan dengan berkoar-koar (ceramah) tatalah ia dengan santun melalui tulisan”.  Maka mulailah aku mengagumi Sayyid Qutub,  Ust Salim A Fillah, Solikhin Abu Izzudin  dan penulis-penulis lainnya yang berdakwah melalui goresan pena. Karenanya terbuka pemahamanku tentang perkataan Sang Pemuda Pemberani, Ali RA : “Ikatlah Ilmu itu dengan menulisnya”. Maka itulah ilmu, yang berkembang melalui ide, gagasan, fikiran, kebiasaan, perilaku atau apapun yang ditulis dan dibaca hingga menghasilkan pemahaman baru, inspirasi baru, paradigma  baru, kebaikan baru yang nantinya akan dibaca hingga menghasilkan bulir-bulir kebaikan, bulir-bulir ilmu, terus dan terus. Namun sebaliknya jika sebanyak apapun ide, fikiran, gagasan atau apa pun itu yang tak pernah tertuliskan maka ia tak pernah akan terbaca, ia akan terlupa.

Maka setelah bertahun-tahun aku menunggu untuk dapat bergabung dalam wadah Forum Lingkar Pena dengan merebut kesempatan yang ada dan inilah saatnya ku coba belajar mengepakkan rangkaian kata yang kelak ku gunakan sebagai sayap mengarungi semesta  dakwah. Di sini juga, aku coba kembali menata dan meningkatkan ghirah dakwah yang sebelumnya sempat meredup .

 Karna itulah aku di sini, memberi semua yang aku bisa untuk dapat aku tuliskan. Yang dengan rangkaian kata ini jua akan ku gamit lengan-lengan manusia untuk menyelami dalamnya samudra ilmu, menyadari takjub diri akan kebesaran-Nya, meningkahi riak-riak kabut keegoisan, memberi inspirasi kepada tunas-tunas muda untuk menetaskan ilmu-ilmu kebajikan  hingga terhantar pada pribadi Rabbani yang menawan.


Categories:

1 comment:

  1. Sebut saja Isni... Waaaah.... Ekky... kamu ketahuan. :p

    ReplyDelete

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!