Friday, August 24, 2012

Mengungkungnya tanpa suara….
Maka terbiarlah langit mengunci nasab turunan terjaga…
Atau hendak melamunkan sifat yang raib jika terjaga..
Dan hafalan demi hafalan nama…

Ini berkata saksi…
Turunkan seribu malaikat titah-Nya berkehendak..
Lalu rajut…
Anyam…
Ikat…
Dan pelihara hingga terjaga…

Maka aku hanya tersimpul lemah…
Tersenyum menepi enggan bersuara…
Menyingkap kabaran memutus halauan…
Lantas diam… lagi…

Maka semenjak senjalah…
Teratap malam menua semakin gelap…
Membuah jika tersiram hujan…
Berbunga jika terangkai angin…
Maka mewangilah…
Ia terhampar seribu semerbak…
Lalu diam…

Maka tunggu sejenak dalam perdu…
Tak mengapa luka…
Tak usah hiraukan sakit…
Ikat kembali lah…
Rajut kembalilah…
Tentu dengan nafas kelembutan…
Sehangat sentuhan Iman..
Dan rangkain perilaku ihsan….

Rimba raya, August 24th 2012

Friday, August 17, 2012


Aku melihat bulan, menyapa di ujung horizon...
Ia tidak bundar, namun cekung mempesona..
Mungkin aku lupa, ia meminjam cahaya dari sang surya...

Aku melihat bintang,
Berserakan terang melimpahi lazuardi..
Yang telah pasti lelah mengitari semesta...
Mungkin aku lupa, ia akan meredup
Tatkala fajar menampakkan kuncup..

Aku membentang mata, menyapu tiap jengkal langit...
Terpaku menatap pucuk horizon
Laiknya kitab yang dibentangkan Tuhan...
Mungkin aku lupa...
Jika aku pernah melihat langit yang sama...



Takengon, August 17th 2012
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!