Monday, May 28, 2012

Tak ubahnya beranjak bersama pagi...
Menyeka luka bukan titik dari nestapa...
Ini adalah hidup...
Yang bersaksi bahwa Dia pemilik segala...

Ada senoktah tetes darah itu mengalir...
Menyaksikan perlahan rindu itu mengembang....
Ia seperti kokoh mencengkram nafas...
Menganyam silang menyilang nasib ditangan-Nya...

Baiklah, aku berkata ini takdir...
Dari-Nya segala kehendak muncul, dan itu tentu baik...
Lantas apa yang membuat ragu itu bercabang rindu?
Ini bukan nyanyian, apa lagi senandung cita...
Tapi waktu itu menunggu....

Ini tentang desir yang menyisir hati...
Tentang jawaban langit yang rapat-rapat menutup kitabnya...
Tentang bentangan jarak hasta yang menyeka...
Dan lantunan hati yang bertaut bersama secarik titipan kata...

Bukankah telah nyata ketetapan hati?
Segugur menyemai pucuk-pucuk harapan....
Menitis rintik rinai berguru merdu...
Halus...
Serupa santun perilaku memuji bijaksana...
Menggamit selintas senyum ...
Merengkuh baik rupa perilaku...

Gravitasi ini beda...
Namun tetap membingkai Manzilah langit....
Lembut terperangkap dibilik hati yang rumit..
Serangkai bersama nafas Ilmu yang bertebaraan....


Jogjakarta, 28 Mei 2012


Ada yang hanyut bersama arus nyanyian pagi...
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!