Saturday, February 18, 2012

Sahut dalam jala menggurui depa...
Pias berpindah reda mengalun raja..
Gerak bathin hamba setengah nyawa...
Bulir berserak menggoyah palka...

Redam sedang laju tarikan nafas...
Disayat satu-satu dalam diri perdu...
Bukan...
Bukan meringkuk sepi dalam kalbunya...
Karena di ujung detak nadi ada nama-Nya...

Lalu...
Adakah langkahnya terjal menapaki jejak?
Berhias gelap, meniti sukar tak bertuan...
Terkepal genggamnya menyambut dingin...
Seperti rinai yang padu menggamit gerimis...

Adalah waktu yang rela menggores luka...
menyeka takdir demi takdir yang terbentang...

Getar sebaris nyawa dibuat-Nya...
Adakah ini akhir?
Lantas tercampakkah jiwa-jiwa kosong itu?
seperti sesak cinta mereka terbuang...

Adalah beda yang Kau maktubkan dalam Rahmat-Mu...
Jika pengertian seumpama gerah tegak menopang...
Lalu tafsirkan diri dalam sesat yang nyata...
Terbang dari sangka yang terlanjur membela...


Yogyakarta, February 18th 2012
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!