Wednesday, November 14, 2012


Ayo, ikut bersama ku...
Menaiki kisah di ujung langit sore...
Berkicau saja semau mu...
Memicing tajam pada dunia...
Ternyata, kejam itu membuat derita...

Ikut bersama ku...
Maka kelabu lah tempat kita bersandar sendu..
Teriakan saja semau mu...
Merindu pada lembayung..
Namun tak sedikit pun kuncup sinarnya menyapa...

Aku mengajak mu...
Berdiri agar tak tertatih merangkak sendiri...
Berlari agar tak letih dikelana jeruji...

Jadi, mau kah kau ikut bersama ku?
Sekedar bersapa pada horizon..
Menggumamkan salam di pucuk-pucuk rantingnya,
Menggenapkan titah di sajak-sajak akhirnya....

Yogya, November 14th 2012

Friday, August 24, 2012

Mengungkungnya tanpa suara….
Maka terbiarlah langit mengunci nasab turunan terjaga…
Atau hendak melamunkan sifat yang raib jika terjaga..
Dan hafalan demi hafalan nama…

Ini berkata saksi…
Turunkan seribu malaikat titah-Nya berkehendak..
Lalu rajut…
Anyam…
Ikat…
Dan pelihara hingga terjaga…

Maka aku hanya tersimpul lemah…
Tersenyum menepi enggan bersuara…
Menyingkap kabaran memutus halauan…
Lantas diam… lagi…

Maka semenjak senjalah…
Teratap malam menua semakin gelap…
Membuah jika tersiram hujan…
Berbunga jika terangkai angin…
Maka mewangilah…
Ia terhampar seribu semerbak…
Lalu diam…

Maka tunggu sejenak dalam perdu…
Tak mengapa luka…
Tak usah hiraukan sakit…
Ikat kembali lah…
Rajut kembalilah…
Tentu dengan nafas kelembutan…
Sehangat sentuhan Iman..
Dan rangkain perilaku ihsan….

Rimba raya, August 24th 2012

Friday, August 17, 2012


Aku melihat bulan, menyapa di ujung horizon...
Ia tidak bundar, namun cekung mempesona..
Mungkin aku lupa, ia meminjam cahaya dari sang surya...

Aku melihat bintang,
Berserakan terang melimpahi lazuardi..
Yang telah pasti lelah mengitari semesta...
Mungkin aku lupa, ia akan meredup
Tatkala fajar menampakkan kuncup..

Aku membentang mata, menyapu tiap jengkal langit...
Terpaku menatap pucuk horizon
Laiknya kitab yang dibentangkan Tuhan...
Mungkin aku lupa...
Jika aku pernah melihat langit yang sama...



Takengon, August 17th 2012

Monday, May 28, 2012

Tak ubahnya beranjak bersama pagi...
Menyeka luka bukan titik dari nestapa...
Ini adalah hidup...
Yang bersaksi bahwa Dia pemilik segala...

Ada senoktah tetes darah itu mengalir...
Menyaksikan perlahan rindu itu mengembang....
Ia seperti kokoh mencengkram nafas...
Menganyam silang menyilang nasib ditangan-Nya...

Baiklah, aku berkata ini takdir...
Dari-Nya segala kehendak muncul, dan itu tentu baik...
Lantas apa yang membuat ragu itu bercabang rindu?
Ini bukan nyanyian, apa lagi senandung cita...
Tapi waktu itu menunggu....

Ini tentang desir yang menyisir hati...
Tentang jawaban langit yang rapat-rapat menutup kitabnya...
Tentang bentangan jarak hasta yang menyeka...
Dan lantunan hati yang bertaut bersama secarik titipan kata...

Bukankah telah nyata ketetapan hati?
Segugur menyemai pucuk-pucuk harapan....
Menitis rintik rinai berguru merdu...
Halus...
Serupa santun perilaku memuji bijaksana...
Menggamit selintas senyum ...
Merengkuh baik rupa perilaku...

Gravitasi ini beda...
Namun tetap membingkai Manzilah langit....
Lembut terperangkap dibilik hati yang rumit..
Serangkai bersama nafas Ilmu yang bertebaraan....


Jogjakarta, 28 Mei 2012


Ada yang hanyut bersama arus nyanyian pagi...

Sunday, May 6, 2012

Kita menyapa...
Dalam nafas malam yang dihembuskan-Nya...
Dalam jarak waktu terdiam..
Membiarkan hati bahasakan kebisuan...

Kita menyapa...
Dalam tengah hari yang dilarikan mimpi...
Menanti shubuh..
Dalam sayup panjang doa tahajud
Menemui cinta karena keterikatan kepada-Nya..

Sela waktu, sapaan kita terasa duri...
Tak bermaksud melukai...
Mungkin Tuhan sedang menguji
Seberapa tangguh Iman dihati...

Kita menyapa..
Dalam bentang jarak yang berdepa..
Tak terukur berapa hasta...
Moga jalinan tetap bersama, karna kasih-Nya semata...


Jogja, 6 Mei 2012


Saturday, April 7, 2012

Ada biru, yang terlukis pucat bersama luapan debu...
Menggamit lengah setiap senantiasanya...

Ada Ragu, yang meringis tepat menyala sayu...
Berkelakar terang setiap cahayanya...

Ada  biru, menggetar bertalu mengganti seribu...
Tak ada junjung dalam ceritanya...

Sebegitu hamparannya menyelasar...
Dan satu tetesnya menelikung...
Bukan Biru jika tak berseru, meskipun hilang
Raib dilamun dahulu.....


Yogyakarta, April 7th 2012

Saturday, February 18, 2012

Sahut dalam jala menggurui depa...
Pias berpindah reda mengalun raja..
Gerak bathin hamba setengah nyawa...
Bulir berserak menggoyah palka...

Redam sedang laju tarikan nafas...
Disayat satu-satu dalam diri perdu...
Bukan...
Bukan meringkuk sepi dalam kalbunya...
Karena di ujung detak nadi ada nama-Nya...

Lalu...
Adakah langkahnya terjal menapaki jejak?
Berhias gelap, meniti sukar tak bertuan...
Terkepal genggamnya menyambut dingin...
Seperti rinai yang padu menggamit gerimis...

Adalah waktu yang rela menggores luka...
menyeka takdir demi takdir yang terbentang...

Getar sebaris nyawa dibuat-Nya...
Adakah ini akhir?
Lantas tercampakkah jiwa-jiwa kosong itu?
seperti sesak cinta mereka terbuang...

Adalah beda yang Kau maktubkan dalam Rahmat-Mu...
Jika pengertian seumpama gerah tegak menopang...
Lalu tafsirkan diri dalam sesat yang nyata...
Terbang dari sangka yang terlanjur membela...


Yogyakarta, February 18th 2012

Monday, January 16, 2012


Tuhan....
Aku mengeja jejak dalam sahutan nafas....
Beribu tanda dari satu menuju tujuan...
Disandarkan keping-kepingnya menyatu...
Aku mengelak....

Tuhan...
Dijenjangnya rasa aku tergugu...
Begitu simpang menyilang nasib di tangan-Mu...
Ubah sekali menyeka telaga...
Hampiri laluan dari seberang morgana...
Aku masih tak mengingatnya....

Tuhan...
Bebalnya kaku mengintai jeruji...
Terbuat dari apa benda yang bernama hati itu??
Tarik segera terkadang terluka...
Ulur merayu tak jarang mendayu...
Lalu mati sendiri diperangai kaku...

Tuhan....
Teriakanku terjambak paksa...
Hilir butir-butir nadiku memuai puji kepada-Mu...
Raib dilamun habis selaksa semesta...
Bergantian, deru demi deru memacu....
Jika nanti, Tuhan...
Sampai nafasku dalam hamparan genggaman-Mu...
Izinkan Jiwaku tetap bersyukur dan memuji-Mu....



Yogyakarta, 16 Januari 2012


#Terimakasih Tuhan, masih memberiku selaksa nafas..
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!