Tuesday, November 1, 2011

Tulisan ini merupakan sebuah percakapan antara manusia dan sang pagi…

Manusia :
Pagi....
Akan kuceritakan  suasana pagi ini untukmu.....
Tak seperti biasanya... langit telah mengeluarkan air mata pagi buta...
Sepertinya kekecewaan yang ia pendam semalam
Mendestilasikan awan-awan hitam untuk mengeluarkan hujan pagi ini....
Baru pagi buta...
Bahkan sejak subuh tadi, sang fajar masih dalam peraduan....
Langit telah menangis....
Ringkuk dingin menjadi kebiasaan insan kala fenomena ini terjadi...
Panggilan adzan pun akan di tepis dengan segera....
Dikala hujan tak datang, maka embun akan bernyanyi...
Dikala hujan datang, maka embun akan menari....
Biarkan hujan yang menyanyi, katanya....
Dan mereka menciptakan melodi simfoni yang kompak....

Pagi....
Aku termangu menatap mereka bernyanyi....menari...
Riakan air membecekkan jalan sawah... hal yang lumrah terjadi...
Ikan-ikan sawah itu juga pasti akan meliuk-liukkan tubuhnya...
Ikut bersuka ria bersama hujan pagi ini...
Dan sang katak....ah.... jangan kau tanya lagi....
Ini surga, katanya....

Pagi....
Aku masih tak mengerti...
Bagaimana bisa burung-burung kecil ikut bercicit bersama hujan...
Terbang indah kian kemari, menaikkan sayap membelah lazuardi pagi...
Kilatan manuver terbangnya memberi makna, ia sedang memuji Tuhan-Nya...

Pagi....
Mereka semua bersahabat dengan hujan...
Apakah aku juga harus?
Tapi hujan itu membuat pilu hatiku...
Hujan itu membuat embun tak lagi menyanyi untukku...
Hujan juga yang membuat langit biruku menjadi gelap....
Aku tak mengerti, mengapa semua makhluk itu begitu mencintai hujan....

Pagi...
Maukah kau menjawab pertanyaanku....
Mengapa meraka semua begitu mencintai hujan???
Apa istimewanya...



Pagi:

Manusia.....
Akan kuceritakan sepenggal Rahasia penciptaan yang tak kau ketahui....
Langit tak pernah memendam kekecewaan...
Dan destilasi awan yang kau sebutkan itu,,,,
Ah...itu hanya omong kosongmu, hanya bualan mu merangkai kata untuk bisa menjadi indah...
Sombong kau manusia....
Hujan turun tak mengenal waktu bagimu...
Ia turun dimana saja, kapan saja Tuhan menghendakinya....
Tak peduli apakah malam, ketika bulan & bintang mencipratkan sedikit cahayanya
Tak peduli apakah pagi terlena dengan sapuan mentari...
Tak peduli apakah siang membakar terik bola energi....
Hujan akan turun, dimanapun, kemanapun Tuhan menghendaki....

Manusia...
Terkadang kau memaki sang hujan..
Padahal telah termaktub dalam kitab-Nya...
Hujan adalah Rahmat, yang membawa sumber kehidupan, Air...
Yang dengannya tumbuh bermacam-macam tumbuhan yang berwarna warni
Menciptakan euforia dalam hati manusia lainnya...

Mungkin hanya kamu…
Ya… hanya kamu yang membenci hujan…
Tak perlu kau bawa kisah-kisah bodohmu itu untuk kau kaitkan dengan hujan….
Tidakkah kau rasakan cipratannya terasa menyejukkan??

Yakinlah, aku dan hujan tak berkonspirasi saat ini untuk datang bersama….
Tuhan kami yang mengaturnya…
Karna Dia tahu,telah lama tanah ini kerontang memanggang….

Manusia…
Tak harus kau  mencintai hujan….
Tapi cukup mensyukuri kedatangannya sebagai Rahmat Tuhan mu…
Karna hujan adalah salah satu keajaiban sains…
Sekali lagi, Termaktub dalam kitab-Nya…
Menghidupkan bumi yang telah lama mati…
Bahkan mungkin menghidupkan hati yang telah lama mati…

Manusia…
Mungkin kau tak tahu…
Sesuatu yang tak kasat mata tentang hujan…
Mungkin nanti Langit bersedia membantumu…
Jangan tanyakan padaku…
Aku hanya sepotong pagi yang hampir mati…


Jogjakarta,  12 February – 1 November 2011

Banyak hal yang ingin diceritakan kala hujan datang…

Tak apalah, meskipun berantakan….
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!