Saturday, November 19, 2011

Muhammad Tirta:
Renyah gemetar hujan terbentur bumi...
Disambut iringan daur sayap cericit...
Nadanya tumpah...
Ruah beralas hijau termakan tanah

Rekahan Hati :
Tersentak bumi dari dengkur kemarau panjang...
Tetes kecil sang hujan meraup terik hingga celah2 retakan tanah...
Ssst.....
Ada yang bersenandung....
Senandung indah rintik basah...
Berkecipak bersama duka yang menguap...

Muhammad Tirta :
Tugasnya hanya memberi pesan...
Melingkar di ujung kala langit....
Tersendu gontai di ayunan ranting patah...
Memekik meminta nafas baru....
Terjulur, menghimpit batasan duka kemarau....

Rekahan Hati :
Begitu kah teriak bumi???
Terlalu bergelimang lara ia hingga meratap pada langit...
Seperti itu kah???
Duhai hujan yang memercik tumpak...
Menghamburkan bau tanah kering dari setiap hempasannya...
Tersenyum hingga terbahak menikmati kuasanya....
Jika kau mengerti tentang retak2 kering tanah bumi,
Maka kau juga akan mengerti mengapa ia justru memekik ratapan dukanya padamu....

Muhammad Tirta :
Rinainya bertebar perlahan...
Bukan tak kuasa menyingkirkan hamparan debu...
Tapi Perintah dari-Nya termakktub disetiap inci takdirnya...
Hingga lemah titik nadir itu bergema....
Gumamkan sedikit melodi tumpah dari gores lukanya....

Rekahan Hati :
Ah....
Meski butir2 bening itu ingin membasuh goresan luka bumi,
Namun tetap saja semua tak akan terjadi tanpa titah Sang PENGUASA....
Takdir....
Tak terbantahkan walau semuanya terbunuh ikhtiar dalam rangkaian panjang do'a....
Sepanjang do'a bumi demi mengharap basuhan langit....

Muhammad Tirta :
Seringainya memburu...
Padam nyala amarah nya tersapu sayup rinai itu...
Membingkai nyali tautan rahasia-Nya....
Dan harapan dari doa-doa panjang bumi...
Kuatkan nafas yang tersentak...
Tersenyum hingga terbahak menikmati kuasa-Nya....

Facebook, 19 November 2011, 16.25 - 17.11 WIB

"Mencuci otak" bersama Kak Syahrina "Rekahan Hati"
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!