Sunday, September 18, 2011


Belum tergerus waktunya...
Meniti tiap jejak demi jejak....
Seperti pagi yang basah dalam balutan,
embun... Menyeruak, membingkai maya....

Hanya dan hanya yang tak bertuan...
Mengambil alih waktu terbuang...
Berletup-letup menjengkal tanah...
Tak urai disudut terburai...

Langkahnya jauh...Bergerimis disambut cempaka...
Laiknya nafas yang terhembus debu....
Membujur tiada dalam petikan tualang...

Tunggak satu berjelang seribu...
Harus dilangkah walaupun termakan deru...
Biar...
Dalam hati hanya Tuhan yang tahu...
Tak kuasa jua mengungkap satu demi satu...

Lalu...
Harus dalam dan kemana lagi...
Jika petikan saja tak kuasa terpikul...
Biarkan jiwa-jiwa terserak dalam lamunan...
Membungkus debur-debur ombak itu dalam hati...


Banda Aceh, Sept, 18th 2011
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!